Heboh, Kabar Perlakuan Tak Manusiawi Agensi Terhadap Artis Kpop Termasuk BTS dan BLACKPINK

- 20 Maret 2021, 11:11 WIB
Media Korea Utara menyebutkan ada perbudakan dalam industri Kpop
Media Korea Utara menyebutkan ada perbudakan dalam industri Kpop //Big Hit Entertainment

SELEBRITALK - Sebuah tabloid di Korea Utara bernama Arirang Meari menghebohkan para penggemar Kpop. Tabloid tersebut menyebutkan bahwa adanya perbudakan yang terjadi kepada para artis Kpop.

Sederet nama grup Kpop ternama seperti BTS dan BLACKPINK pun turut tercantum dalam daftar perbudakan tersebut. Perusahaan memaksa para artis mereka yang tergabung dalam anggota grup Kpop untuk bekerja secara tidak manusiawi.

Kabar tersebut pertama kali dirilis pada 13 Maret 2021 dengan judul "Penyanyi Muda Korsel yang Dimiliki oleh Perusahan-Perusahaan Besar Dipaksa untuk Hidup Sengsara.

Keberhasilan Kpop menembus pasar dunia memang tak lepas dari pola pelatihan yang keras dari agensi masing-masing. Sebelum benar-benar siap untuk diorbitkan, para calon artis Kpop harus menjalani latihan bertahun-tahun.

Baca Juga: V BTS Ternyata Korban Bullying! Ini yang V Lakukan Saat Bertemu Si Pelaku

Baca Juga: Onew dan Taemin SHINee Makan Cilok dan Cireng, Reaksinya Super Gemesin!

Selain itu kontrak mereka dengan manajemen sangatlah ketat, dimana sikap dan prilaku para member Kpop harus benar-benar terjaga, kesalahan sedikit saja bisa menghancurkan karir mereka.

Pergaulan mereka pun dibatasi, saat menjalani pelatihan mereka harus menjalani karantina dengan biaya pas-pasan yang dianggarkan agensi.

"Selain pelatihan yang keras, mereka mengalami penghinaan dan perlakuan yang tidak manusiawi," tulis laporan Arirang Meari.

Baca Juga: Takut Nasib Sial, Artis Kpop Ini Ganti Nama

Baca Juga: LAGI! Film Korea Masuk Nominasi Oscar, Minari Ikuti Jejak Parasite

Hal ini sudah menjadi rahasia umum, tak heran jika banyak artis Kpop yang mengalami gangguan mental, depresi hingga bunuh diri. Bahkan situs aktivis feminis Korsel thegrandnarrative pernah mengangkat isu eksploitasi para calon artis Kpop khususnya kaum perempuan.

Penampilan pun menjadi hal penting bagi para member Kpop untuk selalu diperhatikan. Mereka diminta untuk selalu tampil tanpa cacat, maka tak heran hampir semua artis Kpop melakukan operasi plastik.

Laporan itu menyebutkan jika para bintang Kpop harus siap menjadi budak seks untuk melayani para politikus atau pengusaha. Hal itu sempat diungkap oleh aktris Jang Ja-yeon yang bunuh diri karena depresi telah dijadikan budak seks oleh manajernya.

"Penyanyi wanita muda bahkan dipaksa untuk menyenangkan hati politisi dan industrialis secara seksual. Banyak penyanyi muda menderita sakit mental dan fisik dan berada di penjara yang masih hidup," tulis media itu lagi.

Para member Kpop biasanya telah terikat kontrak yang cukup panjang dengan agensi bisa mencapai 10 sampai 13 tahun. Selama masa kontrak itulah mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena jika terjadi pelanggaran akan dikenakan sanksi denda tiga kali lipat dari nilai investasi yang telah dikeluarkan agensi.

Namun, berita ini langsung disanggah oleh media Korea Selatan NK Economy. Media tersebut menilai jika Arirang Meari hanya membesar-besarkan metode pelatihan para member Kpop dengan tujuan mencegah popularitas artis Kpop yang kini sudah mendunia.***

Editor: Gilang Kencana C.R


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x